MAKALAH
Psikologi perkembangan
DI SUSUN OLEH :
1.
WAHYU
HENDRAWAN
2.
ZAITUN
ENI
3.
YUSI
SUSANTI
4.
ASFIATIN
NISWAH
SEMESTER/KLAS : II/F
JURUSAN : PGMI
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
TA. 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur dengan hati dan pikiran yang tulus kami panjatkan kehadirat Allah
SWT. Karena berkat nikmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat kami selesaikan
dengan baik dan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Shalawat dan salam kami
hanturkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Beserta keluarga dan sahabatnya yang setia mengorbankan jiwa raga dan lainnya
untuk tegaknya syi’ar Islam,
yang pengaruh dan mamfaatnya hingga kini masih terasa.
Selanjutnya
makalah ini kami susun sebagai aplikasi untuk menunjang tugas mata Metodologi
Studi Islam. Kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan.
Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar
makalah selanjutnya dapat menjadi lebih baik lagi.
Akhir kata, terimakasih kami ucapkan
kepada pihak-pihak yang membantu suksesnya makalah ini, semoga makalah ini bisa
bermamfaat dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.........................................................................
2
DAFTAR ISI ....................................................................................... 3
BAB
I PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang........................................................................................ 4
2.
Rumusan
Masalah...................................................................................
5
3.
Tujuan.....................................................................................................
5
BAB
II PEMBAHASAN
4.
Pengertian Perkembangan Individu........................................................ 6
5.
Perkembangan aspek fisik/motorik.......................................................... 7
6.
Perkembangan aspek kognitif.................................................................. 8
7.
Perkembangan aspek sosial...................................................................... 9
BAB
III PENUTUP
8.
Kesimpulan............................................................................................ 15
9.
Saran...................................................................................................... 15
DAFTAR
PUSTAKA.................................................. …………….iii
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Pendidikan merupakan salah satu wahana penting untuk membangun sumber daya
manusia yang berkualitas dan memiliki pribadi yang unggul. Hal ini sebagaimana
tercantum dalam
undang-undang
Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, yang menyatakan bahwa pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Tujuan pendidikan yang sangat mulia tersebut merupakan tanggung jawab guru
untuk menuntun peserta didik mengembangkan dirinya dan peserta didik itu
sendiri dalam mengembangkan kemampuannya. Perkembangan manusia dalam masyarakat
modern ditandai oleh serangkaian tugas dimana individu harus belajar sepanjang
hidupnya. Keberhasilan dalam perkembangan individu diharapkan dapat melahirkan
kebahagiaan dan kesuksesan bagi individu untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya.
Sebaliknya kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangan itu dapat
mengakibatkan ketidakbahagiaan bagi individu, penolakan oleh masyarakat,
dan kesulitan dengan tugas-tugas berikutnya.
Perkembangan merupakan suatu konsep yang cukup rumit dan komplek oleh
karena itu untuk memahami perkembangan peserta didik tersebut, kita harus
memahami terlebih dahulu definisi perkembangan itu sendiri. Definisi perkembangan yang diapaparkan oleh para ahli sangat beragam.
Keberagaman konsep-konsep tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu secara umum dan secara khusus.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis ingin
mengkaji lebih jauh definisi perkembangan menurut
konsepsi aliran-aliran tersebut melalui sebuah makalah dengan judul “Teori-Teori
Perkembangan Individu”.
2.
Rumusan Masalah
a.
Menjelaskan definisi perkembangan
individu
b.
Menjelaskan aspek-aspek
fisik/motorik
c.
Menjelaskan aspek kognitif
d.
Menjelaskan aspek sosial
3.
Tujuan
a.
Mengetahui definisi perkembangan
individu
b.
Mengetahui aspek-aspek fisik/motorik
c.
Mengetahui aspek kognitif
d.
Mengetahui aspek sosial
BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi perkembangan individu
Perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi
sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perubahan ini bersifat
kualitas mengenani suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang
kompleks.
Ada 4 arti perkembangan :
1. perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, mulai lahir sampai mati
2. pertumbuhan
3. perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian fungsional
4. kedewasaan atau kemunculan pola-pola dari tingkah laku yang tidak dipelajari.
Dalam pengertian tersebut, kata kunci yang menjadi bahasan utama adalah perubahan. Perubahan dalam diri manusia terdiri atas perubahan kualitatif akibat dari perubahan psikis , dan perubahan kuantitatif akibat dari perubahan fisik. Perubahan kualitatif sering disebut dengan “perkembangan”, seperti perubahan dari tidak mengetahui menjadi mengetahui, dari kanak-kanak menjadi dewasa dan seterusnya.
Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui, pertumbuhan, pematangan dan belajar.
Perkembangan menghasilkan bentuk-bentuk dan ciri-ciri kemampuan baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sedarhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan ini bergerak secara berangsur-angsur tetapi pasti, melalui satu tahap ke tahap berikutnya yang kian hari kian bertambah maju.
Ini menunjukkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan berkesinambungan. Selama masa kanak-kanak sampai menginjak remaja misalnya, ia mengalami perkembangan dalam struktur fisik dan mental, jasmani dan rohani sebagai cirri-ciri dalam memasuki jenjang kedewasaan. Demikian seterusnya, perubahan-perubahan individu itu berlangsung terus tanpa henti.
Ada 4 arti perkembangan :
1. perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, mulai lahir sampai mati
2. pertumbuhan
3. perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian fungsional
4. kedewasaan atau kemunculan pola-pola dari tingkah laku yang tidak dipelajari.
Dalam pengertian tersebut, kata kunci yang menjadi bahasan utama adalah perubahan. Perubahan dalam diri manusia terdiri atas perubahan kualitatif akibat dari perubahan psikis , dan perubahan kuantitatif akibat dari perubahan fisik. Perubahan kualitatif sering disebut dengan “perkembangan”, seperti perubahan dari tidak mengetahui menjadi mengetahui, dari kanak-kanak menjadi dewasa dan seterusnya.
Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui, pertumbuhan, pematangan dan belajar.
Perkembangan menghasilkan bentuk-bentuk dan ciri-ciri kemampuan baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sedarhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan ini bergerak secara berangsur-angsur tetapi pasti, melalui satu tahap ke tahap berikutnya yang kian hari kian bertambah maju.
Ini menunjukkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan berkesinambungan. Selama masa kanak-kanak sampai menginjak remaja misalnya, ia mengalami perkembangan dalam struktur fisik dan mental, jasmani dan rohani sebagai cirri-ciri dalam memasuki jenjang kedewasaan. Demikian seterusnya, perubahan-perubahan individu itu berlangsung terus tanpa henti.
2. Perkembangan aspek fisik/motorik
Perkembangan fisik
bayi dalam dua tahun pertama kehidupan sangatlah ekstensif. Pada saat
lahir, bayi memiliki kepala. Kepala ini banyak bergerak karena refleks. Selain refleks pada kepala,
bayi juga memiliki refleks-refleks lain, seperti refleks mencari (rooting
reflex), refleks menghisap, refleks memeluk, rekleks menggenggam,dll.
Refleks-refleks tersebut penting pada bayi karena merupakan mekanisme
pertahanan hidupnya.
Perkembangan motorik
meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus.
a. Perkembangan motorik kasar
Kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan
melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Perkembangan motorik kasar
dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Oleh karena proses perkembangan setiap
anak berbeda maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda satu sama
lain.
b. Perkembangan motorik halus
Adapun perkembangan motorik halus merupakan
perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian
anggota tubuh tertentu. Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan
anak untuk belajar dan berlatih. Menulis, menggunting dan menyusun balok adalah
contoh gerakan motorik halus.
Faktor
– faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik
Pertumbuhan fisik sejak lahir sampai dewasa dipengaruhi oleh berbagai faktor.
9 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ;
1. Keturunan
2. Gizi
3. Perbedaan suku
4. Musim dan iklim
5. Penyakit
6. Himpitan psikososial
7. Urbanisasi
8. Jumlah keluarga dan status sosial ekonomi
9. Adanya kecenderungan sekuler
Pertumbuhan fisik sejak lahir sampai dewasa dipengaruhi oleh berbagai faktor.
9 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ;
1. Keturunan
2. Gizi
3. Perbedaan suku
4. Musim dan iklim
5. Penyakit
6. Himpitan psikososial
7. Urbanisasi
8. Jumlah keluarga dan status sosial ekonomi
9. Adanya kecenderungan sekuler
3. Perkembangan aspek kognitif
Kognisi sebagai kapasitas kemampuan berpikir dan segala bentuk
pengenalan, digunakan individu untuk melakukan interaksi dengan lingkungannya.
Dengan berfungsinya kognisi mengakibatkan individu memperoleh pengetahuan dan
menggunakannya sehingga muncul organisasi, yaitu kecendrungan untuk
menghasilakan struktur kognitif yang kompleks yakni system pengetahuan atau
cara berfikir yang makin sempurna.
Uraian diatas menunjukkan bahwa perkembangan
kognitif dapat dipandang sebagai suatu perubahan dari suatu keadaan seimbang ke
dalam keseimbangan baru. Setiap tahap perkembangan kognitif mempunyai bentuk
keseimbangan tertentu sebagai fungsi dari kemampuan memecahkan masalah pada
tahap itu. Ini berarti penyeimbangan memungkinkan terjadinya transformasi dari bentuk penalaran sedrehana ke bentuk
penalaran yang lebih kompleks, sampai mencapai keadaan terakhir yang diwujudkan
dengan kematangan berfikir orang dewasa.
Perkembangan fungsi-fungsi dan perilaku kognitif menurut Piaget
berlangsung mengikuti suatu system atau prinsip atau tekhnik keseimbangan
dengan menggunakan dua cara yaitu assimilation dan accommodation.
a. Asimilasi
Asimilasi
merupakan proses dimana stimulus baru dari lingkungan diintegrasikan
pada skema yang telah ada. Dengan kata lain, asimilasi merujuk pada usaha
individu untuk menghadapi lingkungan dengan membuatnya cocok kedalam struktur
organism itu sendiri dengan jalan menggabungkannya. Proses ini dapat diartikan
sebagai suatu objek atau ide baru ditafsirkan sehubungan dengan gagasan atau tindakan yang yang telah diperoleh anak.
Asimilasi tidak menghasilakn perkembangan atau skema baru, melainkan hanya
menunjang pertumbuhan skema.
b. Akomodasi
Akomodasi merupakan proses
yang terjadi apabila anak berhadapan dengan stimulus baru dan anak mencoba
mengasimilasikan stimulus baru itu tetapi tidak dapat dilakukan karena menurut
dia tidak cocok dengan skema yang sudah ada. Dalam hal ini anak akan menciptakan
skema baru atau mengubah skema yang sudah ada sehingga sesuai dengan keadaan
stimulus tersebut. Akomodasi dapat diartikan sebagai proses pembentukan skema
baru atau perubahan skema yang sudah ada. Teknik akomodasi digunakan apabila
individu memandang bahwa objek-objek atau masalah-masalah baru tidak dapat
disesuaikan dengan kerangka berfikirnya yang ada sehingga harus mengubah
strukturnya.
4. Perkembangan aspek social
Secara potensial (fitriah) manusia dilahirkan
sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Namun untuk mewujudkan potensi
tersebut ia harus berada dalam interaksi dengan lingkungan manusia-manusia
lain.
Aspek social berkaitan
dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya,
kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman sebayanya.
Aktivitas bermain bagi seorang anak memiliki peran yang cukup besar dalam
mengembangkan kecakapan sosialnya sebelum anak mulai berteman.
Perkembangan social
terus berkembangan seiring dengan berkembangnya keterampilan social.
Sosialisasi merupakan
proses melatih kepekaan diri anak terhadap rangsangan social yang berhubungan
dengan tuntutan social sesuai dengan norma, nilai, dan harapan social.
Aktivitas bermain bagi seorang anak memiliki peranan yang cukup besar dalam mengembangkan
kecakapan sosialnya sebelum anak mulai pada tahap berteman sebagaimana orang
dewasa memasuki kehidupan ditengah masyarakat.
1) Proses sosialisasi dan
perkembangan sosial
Secepat individu menyadari bahwa diluar dirinya
itu ada orang lain, maka mulailah pula menyadari bahwa ia harus belajar apa
yang seyogyanya ia perbuat seperti yang diharapkan orang lain. Proses belajar
untuk menjadi makhluk sosial ini disebut sosialisasi.
Sosialisasi itu merupakan suatu proses dimana
individu (terutama anak) melatih kepekaan dirinya terhadap
rangsangan-rangsangan sosial terutama tekanan-tekanan dan tuntutan kehidupan
(kelompoknya); belajar bergaul dengan dan bertingkah laku didalam lingkungan
sosio-kulturalnya.
Perkembangan sosial dapat diartikan sebagai sequence
dari perubahan yang berkesinambungan dalam perilaku individu untuk
menjadi makhluk sosial yang dewasa. Charlotte Buhler mengidentifikasikan
perkembangan sosial ini dalam term kesadaran hubungan aku- engkau atau hubungan
subjektif-objektif. Proses perkembangannya berlangsung secara berirama.
(a) Masa kanak-kanak awal
(0,0-3,0) : subjektif
(b) Masa krisis I
(3,0-4,0)
: trotz alter (anak-degil)
(c) Masa kanak-kanak akhir
(4,0-6,0) : subjektif menuju objektif
(d) Masa anak sekolah
(6,0-12,0) :
objektif
(e) Masa krisis II
(12-13)
: pre-puber (anak tanggung)
(f) Masa remaja awal
(13,0-16,0) : subjektif
menuju objektif
(g) Masa remaja akhir
(16,0-18,0)
: objektif
2) Kecenderungan Pola
Orientasi Sosial
Branson mengidentifikasi berdasrkan hasil studi
longitudinalnya terhadap anak usia 5-16 tahun bahwa ada tiga pola kecenderungan
sosial pada anak, ialah (1) withdrawal-expansive, (2) reactivity-placidity dan
(3) passivity-dominance
Tidak ada komentar:
Posting Komentar